Senin, 21 Januari 2019

Melaporkan Akun Facebook Samaran

0

Melaporkan Akun Facebook Samaran atau lebih dikenal dengan Facebook Gadungan.
Mungkin kita kesulitan melaporkan akun yang menurut kita telah disalahgunakan oleh orang lain. Beberapa kali Saya mencoba untuk melaporkan akun bermasalah tapi selalu gagal. Faktor lainnya karena ketidaktahuan saya dengan  standar komunitas yang sudah ditetapkan  oleh Facebook itu sendiri. Di dalam standar komunitas itu  sendiri banyak hal-hal yang  perlu kita ketahui mulai bagaimana cara menggunakan pertama kali sampai masalah-masalah lainnya. Sekarang saya sudah menemukan cara bagaimana melaporkan akun yang bermasalah dan akun yang akan dinonaktifkan karena berbagai  alasan di antaranya si pemilik akun sudah meninggal dunia atau akun tersebut sudak tidak bisa diakses melalui alamat email, telepon dan kontak terpercaya. Untuk melaporkan akun kita yang disalahgunakan oleh orang lain atau orang lain yang sengaja membuat akun Facebook dengan menggunakan profil atau nama kita.
Caranya mudah sekali. Pertama-tama kita baca dulu standar komunitas dari penggunaan Facebook seperti apa dan hal-hal yang boleh atau tidak boleh dilanggar dalam menggunakan Facebook. Standar komunitas Facebook sebagai berikut. https://m.facebook.com/communitystandards
Di atas merupakan standar komunitas yang harus dipatuhi oleh pengguna pemula maupun pengguna yang sudah lama. Tahapan yang dilingkari dengan garis warna oren merupakan cara bagaimana melaporkan akun yang disalahgunakan atau disamarkan.
Gambar di atas contoh cara melaporkan akun gadungan/samaran.
Klik 'Laporkan'
Maka akan muncul kotak dialog dengan link sebagai berikut. https://m.facebook.com/help/181495968648557?ref=cr

Setelah itu, klik 'Profil' (sesuai pelaporan akun). Pemilihan 'Profil' di atas sesuai dengan pelaporan permasalahan atas penyalahgunaan akun oleh orang lain yang berpura-pura menjadi saya/teman saya.


Klik sesuai permasalahan, maka akan muncul kotak dialog di bawah ini.

Untuk mengisi formulir, silakan klik link di bawah ini.
https://m.facebook.com/help/contact/295309487309948?helpref=faq_content&refid=69&ref=cr
Dalam pengisian formulir ini. Saya klik pilihan yang sesuai dengan permasalahan. Seperti contoh di atas. Selanjutnya, kita mengisi kotak kosong yang sudah disediakan. Dan mengunggah ID kita baik berupa KTP atau identitas lainnya. Jangan copas URL akun yang bermasalah tersebut.
Setelah semua selesai diisi. Periksa kembali formulir tersebut apa sudah sesuai dengan syarat-syarat yang diminta. Kalau yakin sudah sesuai. Mohon klik 'kirim', selanjutnya kita tinggal menunggu respon dari pihak Facebook. Biasanya setelah dikirim akan muncul kotak dialog seperti berikut ini.
Tunggu beberapa saat. Biasanya akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Bisa satu hari atau lebih. Sebelum Facebook menyetujui permohonan kita terkait pelaporan akun. Ada baiknya cek email kita yang menjadi alamat pemberitahuan mengenai pelaporan akun tersebut atau email alternatif.
Kalau disetujui oleh Facebook maka akun yang kita laporkan akan dinonaktifkan atau dihapus permanen. Mungkin hanya tips dari saya mengenai pelaporan akun gadungan atau samaran. Dan untuk pelaporan akun orang yang sudah meninggal/ sakit medis akan saya paparkan cara-caranya di pembahasan berikutnya.






Jumat, 02 November 2018

Usia 33 Tahun Belum Menikah, Kesendirian Ini Bukan untuk Diratapi

0

Kisah salah satu sahabat Vemale yang diikutsertakan dalam Lomba Stop Tanya Kapan ini pasti pernah dialami oleh banyak wanita lain. Sudah memasuki usia 30 tahun, pertanyaan kapan nikah membuatnya sering merasa terluka.

Jodoh, rezeki, usia merupakan bagian dari takdir Allah yang telah ditulis di Lauhul Mahfuzh jauh sebelum kita dilahirkan ke dunia. Kita tidak bisa menyegerakan atau melambatkannya. Namun tak jarang masih banyak yang mempertanyakan hal tersebut. Mungkin untuk perkara usia/ajal orang akan segan bertanya karena tidak lazim dan tidak etis bagi siapapun. Namun untuk perkara lain orang tidak segan bertanya termasuk salah satunya mengenai jodoh. 

“Kapan menikah?” 

Sebagai seorang wanita yang berusia 33 tahun bukan sekali atau dua kali pertanyaan tersebut saya dengar. Ketika saudara dan teman satu per satu mulai melangkah untuk menempuh hidup baru tentunya perasaan gundah gulana perlahan menelusup ke dalam relung hati. Orang yang tidak pernah berada pada situasi seperti yang saya alami tentu tidak akan tahu bagaimana rasanya. Sedih, kesal, galau dan masih banyak perasaan lain yang memenuhi hati dan terkadang berubah menjadi air mata. 

Saat usia masih di bawah 30 tahun saya tidak terlalu terganggu dengan pertanyaan tersebut. Saya lebih menganggapnya sebagai pertanyaan basa-basi. Saya masih bisa menanggapinya dengan santai. Namun memasuki usia ke 30, saya mulai sedikit sensitif dengan pertanyaan tersebut. Tak jarang saya menghindari pertemuan dengan keluarga atau teman-teman lama karena takut dan malu jika ditanya kapan menikah. 

Selain menghindari pertemuan secara langsung saya juga menghindari pembicaraan di grup pertemanan yang yang saya ikuti. Karena jika terlalu aktif di group pertemanan tak jarang mereka juga akan menanyakan kabar dan status saya saat ini. Pernah suatu ketika saya sedang asyik ngobrol di grup dan saling bercanda dengan teman yang lain. Lalu saya pura-pura ngambek. Lantas seorang teman saya berkata, “Sudah jangan ngambek, nanti jadi gadis tua."

Lebih bersabar menghadapi obrolan di grup./Copyright pixabay.com

Saya tahu mungkin dia hanya bercanda. Tapi saya merasa sangat sedih dengan perkataannya. Saya tidak menyangka dia berkata seperti itu di group chatting padahal dia juga seorang wanita. Hanya saja dia memang sudah lama menikah dan punya tiga orang anak. Saya merasa sangat malu dengan teman-teman saya yang ada di grup tersebut. Sejak saat itu saya jarang memberikan respon untuk semua obrolan yang ada di group pertemanan. Saya melakukan itu agar saya tidak merasa tersinggung jika ada perkataan yang kurang berkenan di hati saya.

Kesendirian memberi saya ruang untuk bermuhasabah (introspeksi diri). Saya menyadari begitu banyak dosa yang pernah lakukan di masa lalu. Masih banyak ibadah yang niatnya belum lurus. Dan masih banyak kekurangan-kekurangan lain dari segi akhlak. Saya tahu Allah akan memberikan sesuatu sesuai dengan kebutuhan dan kepantasan kita. Maka saya berusaha memantaskan diri untuk menjadi seorang istri, menantu, ipar dan bahkan seorang ibu. Saya senantiasa berdoa agar Allah memberikan saya petunjuk dan membimbing langkah saya agar bisa segera disandingkan dengan dia yang akan menentramkan jiwa.[endpuisi]

Sendiri bukan berarti bersedih./Copyright pixabay.com

Sendiri bukan berarti bersedih. Saya tidak ingin penantian jodoh ini membuat saya semakin terpuruk. Saya tidak ingin menyesali dan meratapi kesendirian ini. Saya harus mensyukuri apapun yang telah Allah takdirkan untuk saya. Karena Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk saya. Saya mulai mengisi hari-hari saya dengan melakukan hal-hal yang saya sukai. Setiap hari sepulang kerja saya menyempatkan diri untuk membaca buku-buku yang betema perbaikan akhlak dan pernikahan. 

Saya juga mulai mengikuti komunitas menulis untuk belajar dan mengembangkan minat saya di bidang literasi. Saya sering mengikuti lomba menulis dan saya merasa sangat bahagia ketika cerpen yang saya buat menjadi salah satu cerpen terpilih yang akan dibukukan. Selain itu saya juga sering mengikuti kunjungan ke panti asuhan yang diadakan oleh suatu komunitas sosial yang digagas oleh adik tingkat saya yang saat ini juga masih berstatus single. Saya menjadi lebih percaya diri dan bertekad untuk lebih banyak lagi melakukan kebaikan dan menjadi wanita yang punya banyak prestasi.
Fokus pada hal-hal positif./Copyright pixabay.com

Ternyata dengan hati yang bahagia saya menjadi lebih tentram dan tidak terlalu sensitif dengan pertanyaan, “Kapan menikah?" Terkadang pertanyaan tersebut hanya masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan, karena saya lebih fokus untuk menyelesaikan target dan tugas-tugas di komunitas yang saya ikuti. Saya juga berusaha untuk bersikap dewasa sekalipun hanya sekadar mengobrol di grup pertemanan. Saya hanya merespon hal-hal yang positif dan tidak terlalu sering bercanda untuk menghindari kesalahpahaman atau bahkan kata-kata yang justru akan mempemalukan diri saya sendiri. Dan hal terakhir yang harus dan tidak boleh dilupakan adalah bersabar.

"Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun, dan pada sebagian malam bertasbihlah kepad-Nya dan (juga) pada waktu terbenamnya bintang-bintang (pada waku Fajar).”  (Q.S. At-Tur: 48 - 49).

Saya percaya bahwa Allah telah mempersiapkan jodoh terbaik untuk saya dan akan mempertemukan kami di waktu yang tepat. Dan saya juga berdoa untuk semua yang saat ini sedang menantikan jodoh semoga selalu diberikan kesabaran dan kekuatan hati hingga saat yang penuh barokah dan kebahagiaan itu tiba. Aamiin.


Senin, 01 Oktober 2018

AGNEZ MO, Sebuah Rasa

0

Verse 1]
Aku dihadapkan pilihan
Antara benar dan salah
Aku mencintai kamu
Sangat mencintai
Kamu berjalan bersamanya
Selama kamu denganku
Begitu rumitnya dunia
Hanya karena sebuah rasa cinta

[Pre-Chorus]
Jadilah aku, kamu, dan dirinya
Berada di dalam dusta yang tercipta

[Chorus]
Mengapa kah harus ku rasa
Sepenting itu kah cintamu
Kita berawal karena cinta
Biar lah cinta yang mengakhiri

[Pre-Chorus]
Jadilah aku, kamu, dan dirinya
Berada di dalam dusta yang tercipta

[Chorus]
Mengapa kah harus ku rasa
Sepenting itu kah cintamu
Kita berawal karena cinta
Biar lah cinta yang mengakhiri
Oooh.. oooh.. oooh...
Mengapa kah harus ku rasa
Sepenting itu kah egomu
Kita berawal karena cinta
Biar lah cinta yang mengakhiri

[Outro]
Kamu dihadapkan pilihan
Antara aku dan dia
Begitu rumitnya dunia
Hanya karena sebuah rasa cinta

Senin, 20 Agustus 2018

9 Kegelisahan yang dirasakan seorang introvert

0

KAMU INTROVERT? 9 KEGELISAHAN INI PASTI PERNAH KAMU RASAKAN

Menjadi introvert bukanlah perkara mudah ketika otak selalu bereaksi terhadap sebagian besar situasi sosial. Ketika seorang introvert menjadi sangat antusias terhadap sesuatu, terkadang mereka terlihat seperti bukanlah seorang introvert. Namun di saat-saat seorang introvert begitu penyendiri dan pendiam, orang-orang selalu menilai bahwa ada yang salah dengan orang introvert.

Berikut 9 kegelisahan yang sering dirasakan orang introvert.

1. Sering bingung memulai pembicaraan

Ketika orang introvert salah bergaul dengan seseorang atau suatu kelompok, dia cenderung menjadi sangat pendiam, bahkan raut wajahnya gak menunjukan antusias sedikit pun. Itu bukan karena orang introvert gak bisa bergaul, melainkan mereka gak menemukan perbincangan yang tepat untuk memulai obrolan. Kegelisahan ini yang menjadi momok menakutkan bagi seorang introvert. Hal sepele seperti itu bisa membuat pikiran mereka berantakan.

2. Memikirkan banyak hal

Orang introvert cenderung lebih banyak berbicara dengan pikiran mereka sendiri. Mereka fokus dengan apapun yang mereka lihat dan dengar. Namun karena terlalu memikirkan banyak hal, terkadang pemikiran tersebut berujung dengan kegelisahan.

3. Resah karena gak begitu jago berformalitas

Untuk mengatakan "Hai", "Apa kabar?" atau basa-basi lainnya bukanlah suatu formalitas yang mudah bagi seorang introvert. Disatu sisi mereka gak terlalu jago dalam berbasa-basi, tapi di sisi lain ada keresahan yang menganggu karena gak bisa menjadi orang yang ramah. Beberapa introvert bahkan bukan tipe-tipe orang yang suka ngerumpi, nyinyir atau cipika-cipiki dengan teman segengnya.

4. Merasa butuh seseorang, tapi terlalu takut membuka diri
Seorang introvert bukan seperti ekstrovert yang bisa curhat atau berkeluh kesah pada orang lain, termasuk teman mereka sendiri. Introvert cenderung sangat tertutup untuk masalah pribadi mereka. Ada saat-saat di mana seorang introvert gak bisa menceritakan masalah mereka kepada orang lain, namun di satu sisi mereka benar-benar membutuhkan seseorang untuk membantunya. Keresahan dan kegelisahan tersebut sangatlah mengganggu. Biasanya introvert lebih menutup diri karena krisis kepercayaan terhadap orang lain, seperti gak ada yang peduli atau mengerti tentang perasaannya.

5. Merasa bersalah karena menjadi pendengar yang baik

Banyak yang bilang, orang introvert itu pendengar yang baik, mereka bisa diandalkan, namun ujung-ujungnya bisa juga dimanfaatkan. Oleh sebab itu, orang introvert lebih mengutamakan masalah orang lain ketimbang masalah mereka sendiri. Namun di momen-momen tertentu, orang introvert akan sangat menyesal ketika orang lain selalu datang kepadanya ketika sedang ada masalah, tapi ia sendiri lupa dengan masalah yang dihadapinya. Orang lain dengan mudahnya berkeluh kesah kepada si introvert, tapi orang introvert merasa bingung untuk berbagi masalah dengan orang lain.

6. Lelah menghadapi banyak orang

Bekerja atau melakukan aktivitas lainnya seharian bersama banyak orang, terkadang bisa menjadi suatu kegelisahan bagi orang introvert. Diujung hari, orang introvert ingin sekali pulang ke rumah dan menghabiskan waktu sendirian di kamar. Mereka bukan tipe orang yang ingin selalu menghabiskan hari bersama orang lain. Itu mengapa mereka cenderung gak berenergi dan sangat diam.

7. Kurang dihargai karena terlalu pendiam

Karena gak banyak bicara, orang introvert sering sekali gak dihargai oleh orang lain. Kehadiran mereka hanya sekedar ada tanpa kontribusi yang berarti. Karena orang introvert sangat perasa, mereka cenderung gelisah dan uring-uringan di dalam hati mereka.

8. Merasa kesepian di keramaian

Ketika ada suatu acara atau pertemuan, orang introvert, lagi-lagi harus dibuat gelisah. Orang introvert yang berada di suatu ruangan yang dipenuh orang, masih merasa terisolasi dan merasa gak memiliki tempat.

9. Sulit berpikir atau mengutarakan sesuatu ketika berada di dalam kelompok

Orang introvert bisa sangat unggul ketika sendiri, namum mereka bisa tampak bodoh jika dikeramaian. Mereka cenderung sulit berkonsetrasi di dalam keramaian atau dalam kelompok. Banyak orang introvert yang merasa frustrasi saat menyelesaikan proyek grup karena merasa gak berkontribusi sebanyak yang mereka bisa.

Apakah kamu juga merasakan hal-hal tersebut?

Minggu, 19 Agustus 2018

Event 70 Ribu Detik Cianjur Jago Festival 2018

0

Event 70 Ribu Detik Cianjur Jago Festival akan berlangsung sepanjang hari. Mulai pukul 08.30 hingga 23.30 WIB. Lokasinya berada di Lapangan Prawatasari Cianjur, Jalan Pangeran Hidayatullah, Joglo, Cianjur. Selain memperingati HUT RI, event bertema ‘Semarak Budaya Bhinneka Tunggal Ika’. Merupakan pesta perayaan Hari Jadi Kabupaten Cianjur ke-341. Dengan semangat itu, sedikitnya 3 content yang siap dibagikan pada pengunjung. Sebut saja Karnaval Budaya Nusantara, Aktivitas 7 Pangung Budaya, hingga Konser Kemerdekaan.

Penampilan warna warni pluralisme akan tersaji dalam Karnaval Budaya Nusantara. Pesertanya pun spesial karena melibatkan perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia. Datang mewakili provinsi masing-masing, latar belakang mereka beragam. Mulai kecamatan, BUMD, hingga organisasi kepemudaan. Mereka akan menampilkan kostum terbaik dan ragam potensi lainnya.

Selain perwakilan dari 34 provinsi, Cianjur juga menyiapkan peserta lokal. Mereka berasal dari lintas profesi. Sebut saja Paskibra Cianjur, TNI, Polri, juga Komunitas. Ikut meramaiakn juga Kuda Kosong hingga kalangan pelajar SMP dan SMA. Menariknya, para siswa-siswi SMP dan SMA tiap kecamatan di Cianjur akan mengenakan cosplay pahlawan dan kostum tokoh budaya. Karnaval budaya ini akan mengelilingi kota Cianjur. Mengambil start di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Cianjur, karnaval ini akan melewati beberapa distrik keramaian. Lokasi finish-nya berada di panggung kehormatan Jalan Siliwangi. Lalu, seluruh peserta menuju Lapangan Prawatasari. Mobil hiasnya diparkir di Jalan Pangeran Hidayatullah.










Sabtu, 07 Juli 2018

Cara Menghapus Riwayat Pencarian Google Secara manual/ Satu Per Satu

0

Cara Menghapus Riwayat Google Secara Manual/ Satu per satu :
  1. Buka situs https://www.google.com/ 
  2. Sentuh kolom pencarian google dan akan muncul beberapa history/ riwayat pencarian yang pernah anda cari.
  3. Sentuh dalam beberapa detik pada riwayat pencarian yang ingin anda hapus > Klik Hapus
  4. Cara tersebut dapat dilakukan di Smartphone, namun juga tidak jauh beda dengan laptop/ komputer. jika, anda menghapusnya di laptop/ komputer maka anda tinggal arahkan kursor dan klik pada pencarian kemudian hapus yang sudah tersedia.

Jumat, 01 Juni 2018

Perjodohan yang terlalu dipaksakan

0

Perjodohan itu tidak selamanya membahagiakan. Itu kalimat yang terucap di mulut saya waktu perjodohan tidak terlaksana. Momen itu hanya memperparah jalinan persaudaraan yang sudah lama terjalin.

Kejadian ketika saudara sepupu tanpa sepengetahuan menyebarkan no telepon ke orang-orang yang dia kenal saja membuat saya kesal. Entah maksudnya apa. Yang jelas dari kejadian itu saya merasa tidak sepaham dengan idenya. Menurut saya, ide saudara sepupu saya itu konyol. Makanya, saya selalu ingat momen memalukan itu sampai sekarang dan beranggapan bahwa perjodohan itu tidak benar.
Ceritanya, dulu kedua orang tua saya punya niatan mencarikan saya jodoh. Tak berpikir panjang kedua orang tua saya meminta tolong kakak dari ibu saya tuk mencarikan jodoh untuk saya. Tak berselang waktu, kabar itu disampaikan kakak ibu saya kepada anaknya. Bisa dibilang saya panggil anaknya uwak saya itu dengan sebutan 'teteh'. Dengar dari cerita almh ibu saya sebelum meninggal. Ibu saya sempat meminta teteh sepupu saya itu untuk mencarikan jodoh buat saya. Dan sepupu saya itu setuju. Tanpa pikir panjang sepupu saya itu langsung menyebarkan no telepon saya kepada teman-temannya. Tentu saja saya pun kaget. Maksudnya sepupu saya itu apa? Tanya dalam hati. Koq bisa selancang itu main ngasih-ngasih no telepon tanpa ijin saya. Dari kejadian itu lah saya mulai tidak menyukai niat sepupu saya yang seolah-olah saya benar-benar tak punya harapan lagi soal jodoh. Kecewa...?? Oh, jelas.. marah..?? Pasti..
Hal itu lah yang membuat saya enggan tuk menjelaskan penolakan saya terhadap beberapa laki-laki yang hendak dikenalkan sepupu saya itu. Dan yang buat saya gak habis pikir dengan sikap nyelonong girl sepupu saya itu. Koq tega bener yah punya sodara macam itu? Bukannya happy malah muak. Sorry cuma itu yang bisa saya ungkapin dengan sikap sepupu saya itu. Dengan tanpa ada penyesalan sama sekali sepupu saya itu cuma bilang ke saya soal no telepon yang disebar ke beberapa laki-laki yang kebetulan teman-temannya. Aduh, maaf teteh lupa gak bilang ke kamu! Tanpa rasa menyesal.

Kejadian itu lah membuat saya enggan tuk menghubungi sepupu saya itu untuk tanya-tanya soal laki-laki tersebut. Saya pikir itu konsekuensi yang harus diterima sepupu saya itu karena sudah mempermainkan perasaan saya. Jujur ada rasa trauma sejak dijodoh-jodohkan dengan beberapa laki-laki. Karena sejak dikenalkan ada perasaan tidak sreg dan tidak yakin bahwa yang dikenalkan itu jodoh terbaik.
Dari awal perkenalannya juga tidak baik maka akhirnya cerita perjodohan itu pun tidak baik. Sebenarnya 'basi' seh soal perjodohan itu. Hari gini masih dijodoh-jodohin, emangnya jaman siti nurbaya!! Pikir saya dalam hati.
Sejak kejadian itu lah saya putuskan tuk menghindar dari beberapa laki-laki yang akan dijodohkan. Mulai ganti no telepon sampai WhatsApp diganti. Alasannya yah itu, saya tidak suka cara-cara pemaksaan kehendak. Saya percaya soal jodoh gusti Allah sudah mengatur. Dengan siapa dan seperti apa kelak calon imam saya. Do'a saya pada Allah SWT diberikan calon suami yang baik, soleh dan bertanggung jawab dan tentunya kami berdua saling mencintai satu sama lain. Karena keinginan terbesar saya adalah menikah dengan laki-laki yang benar-benar kami berdua saling cinta dan sayang.